Jenis Obat Yang Dapat Menyebabkan Kantuk

Jenis Obat Yang Dapat Menyebabkan Kantuk

Hal yang pasti kerap kali dikerjakan saat kita merasa sakit merupakan meminum obat alias penawar sakit. Kita segala tahu bahwa kandungan dalam penawar sakit hal yang demikian tak hanya mampu mengobati keluhan yang kita natural, melainkan juga memiliki efek samping. Salah satu efek sampingnya berupa rasa kantuk dan susah berkonsentrasi. Lalu apa saja penawar sakit yang memicu rasa kantuk tersebut?

 

Antihistamin Atau Anti AlergiAntihistamin adalah komponen dari bahan penawar sakit yang berfungsi menghambat kerja zat histamin, yaitu zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel tubuh ketika mengalami reaksi alergi. Antihistamin bisa dipakai untuk mengobati hidung tersumbat, bersin, gatal-gatal, gigitan serangga, alergi mata, alergi makanan, hingga gejala mual dan muntah dampak mabuk kendaraan. Antihistamin memiliki dua klasifikasi, merupakan kelompok pertama yang mempunyai efek menenangkan. Senyawa Antihistamin ini akan masuk ke otak dan mengganggu kesadaran sehingga memunculkan rasa kantuk dan sulit berkonsentrasi.

 

https://www.walatra.biz/ lazimnya diresepkan dokter untuk mengobati penyakit saraf dan gejala depresi. Para pasien yang mengalami keluhan kecemasan biasanya akan merasa tenang setelah mengonsumsi antidepresan. Penawar sakit ini tergolong memiliki kandungan yang keras, sehingga butuh pengawasan dokter saat mengonsumsinya. Kecuali itu, antidepresan juga bisa menyebabkan kantuk dan hilang fokus.

 

BenzodiazepineBenzodiazepine merupakan penawar sakit untuk menuntaskan gejala gangguan psikologis seperti gangguan kecemasan dan insomnia. Benzodiazepine berperan memberikan ketenangan, anti kecemasan, melemaskan otot-otot tubuh, dan efek hipnotik atau mudah tidur. Benzodiazepine bekerja dengan mengikat reseptor diotak yang melepaskan sinyal tenang. Otak dan tubuh akan mendapatkan sinyal untuk bersantai sehingga menurunkan tingkat kecemasan.

 

Beta BlockerObat darah tinggi generik yang mengandung beta blocker bekerja dengan cara menghambat efek dari hormon epinefrin yang akan membikin jantung bekerja lebih lambat, detak jantung dan energi pompa jantung menjadi menurun. Sehingga volume darah yang mengalir di pembuluh darah menurun, tekanan darah juga menurun dan menimbulkan efek kantuk. Efek samping yang dirasakan dalam mengkonsumsi penawar sakit hal yang demikian akan berbeda pada masing-masing orang, tergantung dari kesehatan jasmaniah dan mentalnya.